Kamis, 21 Maret 2013

TERBENTUKNYA PULAU-PULAU DI INDONESIA


Seperti yang kita ketahui bersama, Negara kita, Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia. 2/3 wilayahnegara kita adalah berupa lautan dengan sisanya berupa ribuan pulau yang saling sambung menyambung dari Sabang sampai Merauke. Kurang lebih jumlah pulau di negara kita sekitar 12.000 pulau. Sebelum kita membahas tentang proses terbentuknya pulau-pulau di negara kita tercinta, Indonesia. "Negeri 1000 pulau" atau yang sering kita sebut pula "Zamrut Khatulistiwa". Kita akan membahas terlebih dahulu evolusi bentuk permukaan bumi. Dalam perjalanan evolusinya, bentuk permukaan bumi selalu berubah-ubah. Hal itu disebabkan oleh berbagai peristiwa alam seperti gerakan pengankatan (orogenesa), gerakan pengikisan (erosi), dan kegiatan gunung api. Orogenesa mengakibatkan munculnya daratan-daratan baru yang berupa lapisan-lapisan tanah terlipat, miring, berbukit-bukit, atau kerut-kerut. Sementara erosi yang disebabkan oleh hujan, aliran sungai, hembusan angin, dan gletser bisa mengikis tanah daratan dan pegunungan-pegunungan yang sudah ada. Kekuatan alam semacam itu menggerakkan atau memindahkan berbagai macam batuan, kerikil, pasir, lumpur atau debu dari daerah yang lebih tinggi ke daerah yang lebih rendah. Sementara letusan gunung berapi bisa menyemburkan bebatuan, kerikil, lahar, laba dan abu ke daerah-daerah sekitarnya baik ke daratan rendah maupun laut. 

Setelah kita mengetahui proses evolusi bentuk permukaan bumi, sekarang kita akan membahas bagaimana pulau-pulau di indonesia terbentuk. Pulau-pulau di Indonesia diperkirakan terbentuk pada zaman Tersier (65 - 1,7 juta tahun lalu), yang terbagi-bagi lagi menjadi zaman Miosen (12 juta tahun SM); Palaeosen ( 70 juta tahun SM); Eosen (30 juta tahun SM); Oligasen (25 juta tahun SM) dan selanjutnya. Namun demikian secara fisik kepulauan di Indonesia pada kala itu masih labil, sebagai akibat gerakan-gerakan bumi yaitu orogenesa. Orogenesa adalah gerakan pengangkatan dan penurunan, aktivitas gunung berapi, gempa bumi, erosi oleh aliran sungai, angin, hujan dan sebagainya. Orogenesa ini pada suatu saat , yaitu zaman tersier, mengakibatkan sebagian wilayah Indonesia diselimuti oleh laut.

Kemudian pada akhir zaman tersier terjadi lagi orogenesa yang mengakibatkan munculnya daratan-daratan baru di Indonesia, yang semula tertutup laut. Disamping itu pada akhir jaman tersier juga terjadi kegiatan vulkanisme besar yang memuntahkan bebatuan, lava dan pasir yang mengisi bagian-bagian rendah (laut) di sekitarnya sehinga menambah luasnya daratan-daratan yang sudah ada. Sehubungan dengan datangnya orang-orang dari tanah daratan Asia maka kepulauan Indonesia diperkirakan sudah ada pada zaman Plestosen (4 juta tahun sebelum masehi). Pulau-pulau terbentuk sepanjang garis yang berpengaruh kuat antara perubahan lempengan tektonik Australia dan Pasifik. Lempengan Australia berubah lambat naik kedalam jalan kecil lempeng Pasifik, yang bergerak ke selatan, dan antara garis-garis ini terbentanglah pulau-pulau Indonesia.

Dengan banyak gungung berapi di Indonesia, membuat wilayah ini sebagai salah satu negara yang paling banyak berubah wilayah geologinya di dunia. Pegunungan-pegunungan yang berada di pulau-pulau Indonesia terdiri lebih dari 400 gunung berapi, dimana 100 diantaranya masih aktif. Indonesia mengalami tiga kali getaran dalam sehari, gempa bumi sedikitnya satu kali dalam sehari dan sedikitnya satu kali letusan gunung berapi dalam setahun.Khusus pulau Jawa yang merupakan pulau vulkanis,kegiatan gunung berapi lebih merupakan faktor utama yang mempengaruhi kontur pulau tersebut, disamping erosi dan orogenesa. Hujan lebat yang terjadi pada kala plestosen menimbulnya banyak sungai-sungai besar, yang mengangkut bebatuan, kerikil pasir, lumpur. Sedimentasi atau pengendapan yang terjadi terus-menerus menimbulkan dataran-dataran rendah atau delta-delta di sekitar gumung-gunung atau daerah-daerah pegunungan.

Situasi lingkungan fisik pada kala plestosen bentuk muka bumi masih labil atau berubah-ubah sebagai akibat adanya gerakan endogen, eksogen maupun oleh perubahan iklim. Akan tetapi hewan dan tunbuh-tumbuhan sudah hidup merata di hampir seluruh muka bumi, sedangkan indikasi keberadaan manusia baru di ketahui mendiami beberapa daerah seperti di Afrika, Eropa dan Asia. Demikian juga di Indonesia pada kala itu, yaitu terjadinya perubahan perubahan baik dari daratan menjadi lautan atau sebaliknya, sebagai akibat gerakan pengangkatan dan penurunan (orogenesa). Pada kala Plestosen Jawa, Sumatra dan Kalimantan masih menyatu (bergandengan) dengan daratan Asia Tenggara, sedangkan untuk pulau-pulau lainnya di bagian Timur masih menyatu dengan daratan Australia. Sesudah berakhirnya zaman glasial yang disebabkan oleh naiknya suhu bumi, dan berakibat mencairnya daratan-daratan es, maka terjadilah kenaikan permukaan laut yang memisahkan pulau-pulau yang satu dengan yang lain atau dengan benua induknya. Jawa dan Sumatra misalnya terpisah dengan Asia, demikian juga Papua terpisah dengan Australia.
Terbentuknya pulau-pulau di indonesia terbagi dalam 4 proses pembentukan, yang penjelasannya sebagai berikut:
1. Pulau Sumatra, Jawa, Bali, Lombok, sampai kepulauan di provinsi NTT dan NTB : Pulau-pulau tersebut terbentuk. Karena adanya aktivitas vulkanisme di bawah permukaan bumi, maka hasil yang dapat dirasakan di permukaan Bumi adalah adanya lava. Lama kelamaan lava tersebut memadat bertambah besar membentuk sebuah gunung lalu terbentuk deretan pegunungan dan kemudian terbentuk busur pulau. Proses seperti ini kita kenal sebagai Island Arc dalam istilah geologi.

2. Pulau Sulawesi : Pulau Sulawesi terbentuk akibat pertemuan lempeng Filipina, Indo-Australia, Eurasia dan lempeng mikro lain di daerah tersebut. Oleh karenanya, pulau Sulawesi bentuknya sedikit berbeda dan unik.

3. Pulau Irian Jaya dan Kalimantan : Keduanya memilki kesamaan proses terbentuknya, mereka terbentuk dari pecahan super benua pada awal terbentuknya permukaan bumi, sesuai teori Plate Tectonic yang menyebutkan bahwa dahulu seluruh daratab di muka bumi ini adalah satu daratan yang maha luas bernama Pangea lalu terpecah menjadi dua yaitu Godwana(di Utara) dan Laurasia(di Selatan). Seiring waktu berjalan kedua lempeng besar tersebut terpecah-pecah kembali menjadi pecahan benua-benua seperti sekarang ini, Asia, Afrika, Amerika, Australia, dulunya adalah satu pualu besar.

4. Pulau-pulau kecil, contonhnya Kep. Seribu dll : Proses terbentuknya pulau-pulau ini, sangat sederhana dibanding yang lain. Mereka berasal dari endapan pecahan kerang, koral dan binatang laut lainnya. Semakin lama semakin besar, dan akhirnya terbentuklah sebuah pulau baru.
Kurang lebih begitulah proses terbentuknya pulau-pulau di indonesia yang tercinta ini. Melalui berbagai proses yang memakan waktu yang lama, akibat dari aktifitas dari dalam bumi dan aktifitas dari lempeng-lempengan bumi. Terbentuknya pulau-pulau yang ada di indonesia kebangyakan dikarenakan aktifitas dari dalam bumi sehingga membentuk rentetan gunung berapi, berikut foto-foto gunung berapi yang ada di indonesia.
Selain karena adanya aktifitas dari dalam bumi, terbentuknya indonesia juga dipengaruhi oleh pergerakan lempeng-lenpeng benua yang mengelilingi kepulauan indonesia. Yang fotonya sebagai berikut:

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.